Senin, 22 Agustus 2016

Dilema Harga Sebungkus Rokok


Ini nih bray yang jadi trending topic belakangan ini, isu harga rokok naik 50rb perbungkus, gilakkkk bisa teriak para perokok hehe. Namun inilah tipikal masyarakat kita yang terlalu konsumtif, maksud konsumtif disini adalah terlalu menelan mentah apa yang di publikasikan di internet, sebaiknya jika kita menemukan hal yang belum jelas ada baiknya kita baca dulu lalu verifikasi kebenaran berita tersebut, usahakanlah cari referensi berita di situs tepercaya jangan pilih yang abal-abal. Apa yang terjadi jika harga rokok naik segitu ? memang kemungkinan perokok bisa mikir 2 kali untuk membeli sebungkus rokok tapi kita juga memikirkan hal lain akibat harga rokok yang naik, kemungkinan pertama angka kriminal akan bertambah banyak, tidak lucu saja jika ditanya kenapa mencuri lalu tersangka menjawab demi membeli sebungkus rokok. Selain kriminalitas yang mungkin meningkat, bagaimana nasib buruh pabrik yang bekerja di industri rokok ? jika pemasukan industri menurun 70% akan sangat mungkin terjadi PHK massal, ini berarti angka pengangguran akan bertambah banyak lagi, sedangkan yang sekarang saja masih sangat banyak. jadi menurut gua ya bray membuat harga rokok hingga 50rb itu termasuk bukan solusi yang tepat, mungkin masih ada solusi lain yang lebih bijak setidaknya minim hal negatif dan banyak hal positif nya. kenapa sulit berhenti merokok ? ini dikarenakan faktor kebiasaan yang dilakukan setiap hari secara berulang-ulang makanya jadi sulit untuk dihilangkan. Bahkan beberapa orang menciptakan sugesti bahwa dengan merokok dapat meringankan beban pikiran sejenak karena dari itu orang-orang jadi sulit untuk berhenti dari kebiasaan merokok. Solusi lain itu seperti apa ? Hmmm seperti sosialisasi secara rutin mungkin akan membuat para perokok memikirkan kedepan nya, kita tak boleh bilang bosan untuk sosialisasi. Cara ini memang lama namun gua rasa efektif. walau hanya beberapa persen bray. Kita bukan bertujuan membuat para perokok hilang 100% itu sangat nggak mungkin, kita hanya bisa meminimalisir penggunan rokok saja. mungkin seharusnya kita membuat target dahulu seperti anak SD, SMP atau SMA jika dalam skala itu kita bisa meminimalisir gua rasa itu udah sangat bagus bray. Kita tidak boleh berharap banyak perubahan di atas 5% pun jangan dibilang sia-sia tetapi itu sudah sangat baik. Karena saat ini tingkat SD,SMP, dan SMA masih banyak pengguna rokok. sebaiknya pemerintah fokus dalam skala kecil terlebih dahulu, perlahan-lahan tapi pasti. Ini aja sih bray saran dan kritik dari gua. Kalau kalian ada saran lain yang menarik silahkan tuliskan di komentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar