Minggu, 26 Juli 2015
Seseorang dikatakan teman saat ?
Sebelumnya gue mau ucapkan mohon maaf lahir batin ya bray kan masih dalam suasana lebaran hehe. Oh ya masalah kali ini gue mau bahas soal "teman" di era sekarang. Gue heran sebenarnya untuk mendapatkan teman itu bagaimana ? apa selama ini gue sebenarnya gak ada teman sama sekali ? teman yang gue maksudkan disini adalah teman sejati atau benar benar teman bukan melihat latar belakang, berdasarkan materi atau semacam nya, yang gue lihat di era sekarang ini seseorang di anggap teman kalau dilihat tingkat materi yang "high"/ekonomi nya menengah ke atas sedangkan yang tingkat ekonominya menengah kebawah sering kali di abaikan, maksud gue disini adalah teman itu di anggap seperti ada dua golongan yaitu golongan atas dan golongan bawah. Golongan atas sendiri harus memiliki ekonomi yang menengah ke atas ,harus eksis di media sosial, harus pakai barang barang mahal, dan gaya nya harus ngikutin tren jaman sekarang. sedangkan golongan bawah kebanyakan gak melihat dari kriteria seperti golongan atas, golongan bawah biasanya tidak memilih milih teman, siapa pun yang ingin berteman dapat diterima bukan dilihat dari tingkat ekonominya atau semacam nya itu. Dan gue sendiri termasuk golongan bawah karena gue bukan orang yang mampu membeli smartphone seharga 7-10 juta, karena gue gak pakai mobil,dan karena gue gak ngikutin tren jaman sekarang. Tapi gak semua orang yang seperti itu gue hanya berpendapat disini dan ini hanya opini gue karena sebelumnya gue survei terlebih dahulu orang orang yang termasuk golongan tersebut. Gue bersyukur banget masih ada teman yang benar benar teman sama gue, gak melihat siapa gue, gue punya apa, dan seperti apa gaya gue. Kadang gue merasa gak adil aja atau ini adil yang sebenarnya gue gak tau. apakah adil itu yang ekonominya terbilang sangat mampu harus berkumpul dengan orang yang sesama mampu atau adil itu orang yang mampu dapat membaur dengan orang yang biasa biasa saja ? entahlah,semua orang dapat meng klaim adil, karena adil menurut setiap orang berbeda beda bahkan adil menurut tuhan pun berbeda. Masalah ini sebenarnya cukup serius, karena teman gue banyak yang pindah haluan ke golongan atas walaupun dulunya dia sering banget ngumpul bareng gue dan teman gue yang lain. Memaksa untuk menjadi orang kaya itu gak baik bray, yang pertama kasian dengan orang tua dan yang kedua malu dengan diri sendiri. Saat lo memaksa orang tua untuk membelikan gadget yang mahal banget kan kasian orang tua nya dan terlebih kalian sudah gak menjadi diri kalian sendiri. kasian memaksakan diri menjadi orang lain hanya untuk dibilang eksis ataupun agar diakuin anak gaul "katanya". Sebenarnya itu gak perlu banget dilakuin, coba pikir aja dah saat beli smartphone yang harganya 10 juta tapi make nya cuman buat telepon,sms,dan media sosial. memang nya hp yang harga 1 jutaan gak bisa ya ? kembali lagi ke masing masing. gue sebenarnya gak berhak buat mengatur orang. kalau dipikir pikir membeli gadget semahal itu gak efisien tapi kebanyakan orang gak memikirkan itu. Orang orang hanya memikirkan "GENGSI"semakin mahal gadget yang kita beli maka semakin mudah pula kita mendapatkan teman teman yang gaul dan kita mendapatkan gelar yang bernama "POPULERITAS". Cukup miris memang di era sekarang ini dimana seseorang di anggap teman tetapi dibedakan melalui tingkat ekonominya,semoga kalian gak termasuk orang yang membeda bedakan ya ! haha. Mungkin ini aja dulu yang mau gue curhatin sekian dulu dah. :D
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar