Selasa, 11 Agustus 2015
Krisis Sosial !
Yoi bray, sebelum nya gue mau cerita dikit dulu nih. Sekitar dua hari yang lalu gue ada liat seorang ibu-ibu marah marah di pinggir jalan dengan pedagang penjual batu akik, gue gak tau apa masalahnya karena gue juga buru buru mau pergi gue langsung tancap gas aja. Tapi ironi nya gue ada melihat beberapa orang di pinggir jalan yang hanya menyaksikan ibu-ibu tadi berkelahi dan malah ada yang mengambil gambar dan tersenyum. Gue heran kenapa tu orang gak nyoba melerai atau apa gitu ? mereka malah sibuk dengan gadget mereka dan mempublikasikan nya di sosial media. Gak ada habisnya kalau kita melihat tingkah laku orang-orang di media sosial, memang benar media sosial adalah tempat untuk buang buang waktu saja. Contoh orang bodoh di media sosial adalah share foto ntah dari mana asal nya tidak lupa dengan caption keramat "sempatkan like dan bilang amin di kolom komentar sebagai bentuk kepedulian kita" ini benar benar hal bego yang ga bisa pikir lewat logika. Kita benar benar darurat krisis sosial, dimana orang orang hanya peduli di sosial media agar mendapatkan like sebanyak-banyaknya dan agar di anggap orang yang peduli. Padahal yang terjadi sesungguhnya mereka tidak berbuat apa apa, memang bisa ada orang yang sakit gitu kita kasi like banyak banyak terus sembuh ? kalau memang begitu kita seharusnya gak perlu dokter ! bahkan ada lagi yang memberikan caption ajaib seperti ini " 1 like = 1 pahala, 1x share = 1000 pahala" situ siapa bisa nakar nakar pahala orang ? plis bro berhenti jadi orang idiot,peduli lewat sosial media demi jumlah like gak membantu mereka apa apa. Tapi ini gak semua orang yang melakukan hal idiot tersebut, gue juga nemuin orang yang benar benar peduli. Mereka gunakan sosial media untuk mencari relawan relawan yang mau membantu dengan ikhlas, ini yang bikin gue salut ! di sosial media dan dunia nyata sama-sama terealisasikan. mungkin itu aja yang mau gue ceritain gue harap kalian gak jadi bagian orang orang idiot itu, kalau kalian termasuk golongan tersebut ada baiknya kalian segera bertaubat hehe
Minggu, 26 Juli 2015
Seseorang dikatakan teman saat ?
Sebelumnya gue mau ucapkan mohon maaf lahir batin ya bray kan masih dalam suasana lebaran hehe. Oh ya masalah kali ini gue mau bahas soal "teman" di era sekarang. Gue heran sebenarnya untuk mendapatkan teman itu bagaimana ? apa selama ini gue sebenarnya gak ada teman sama sekali ? teman yang gue maksudkan disini adalah teman sejati atau benar benar teman bukan melihat latar belakang, berdasarkan materi atau semacam nya, yang gue lihat di era sekarang ini seseorang di anggap teman kalau dilihat tingkat materi yang "high"/ekonomi nya menengah ke atas sedangkan yang tingkat ekonominya menengah kebawah sering kali di abaikan, maksud gue disini adalah teman itu di anggap seperti ada dua golongan yaitu golongan atas dan golongan bawah. Golongan atas sendiri harus memiliki ekonomi yang menengah ke atas ,harus eksis di media sosial, harus pakai barang barang mahal, dan gaya nya harus ngikutin tren jaman sekarang. sedangkan golongan bawah kebanyakan gak melihat dari kriteria seperti golongan atas, golongan bawah biasanya tidak memilih milih teman, siapa pun yang ingin berteman dapat diterima bukan dilihat dari tingkat ekonominya atau semacam nya itu. Dan gue sendiri termasuk golongan bawah karena gue bukan orang yang mampu membeli smartphone seharga 7-10 juta, karena gue gak pakai mobil,dan karena gue gak ngikutin tren jaman sekarang. Tapi gak semua orang yang seperti itu gue hanya berpendapat disini dan ini hanya opini gue karena sebelumnya gue survei terlebih dahulu orang orang yang termasuk golongan tersebut. Gue bersyukur banget masih ada teman yang benar benar teman sama gue, gak melihat siapa gue, gue punya apa, dan seperti apa gaya gue. Kadang gue merasa gak adil aja atau ini adil yang sebenarnya gue gak tau. apakah adil itu yang ekonominya terbilang sangat mampu harus berkumpul dengan orang yang sesama mampu atau adil itu orang yang mampu dapat membaur dengan orang yang biasa biasa saja ? entahlah,semua orang dapat meng klaim adil, karena adil menurut setiap orang berbeda beda bahkan adil menurut tuhan pun berbeda. Masalah ini sebenarnya cukup serius, karena teman gue banyak yang pindah haluan ke golongan atas walaupun dulunya dia sering banget ngumpul bareng gue dan teman gue yang lain. Memaksa untuk menjadi orang kaya itu gak baik bray, yang pertama kasian dengan orang tua dan yang kedua malu dengan diri sendiri. Saat lo memaksa orang tua untuk membelikan gadget yang mahal banget kan kasian orang tua nya dan terlebih kalian sudah gak menjadi diri kalian sendiri. kasian memaksakan diri menjadi orang lain hanya untuk dibilang eksis ataupun agar diakuin anak gaul "katanya". Sebenarnya itu gak perlu banget dilakuin, coba pikir aja dah saat beli smartphone yang harganya 10 juta tapi make nya cuman buat telepon,sms,dan media sosial. memang nya hp yang harga 1 jutaan gak bisa ya ? kembali lagi ke masing masing. gue sebenarnya gak berhak buat mengatur orang. kalau dipikir pikir membeli gadget semahal itu gak efisien tapi kebanyakan orang gak memikirkan itu. Orang orang hanya memikirkan "GENGSI"semakin mahal gadget yang kita beli maka semakin mudah pula kita mendapatkan teman teman yang gaul dan kita mendapatkan gelar yang bernama "POPULERITAS". Cukup miris memang di era sekarang ini dimana seseorang di anggap teman tetapi dibedakan melalui tingkat ekonominya,semoga kalian gak termasuk orang yang membeda bedakan ya ! haha. Mungkin ini aja dulu yang mau gue curhatin sekian dulu dah. :D
Kamis, 16 Juli 2015
Malam sebelum lebaran
halo bray kagak terasa udah berada di malam terakhir ramadhan aja nih, sebenarnya di postingan gue kali ini gue cuma mau minta maaf aja buat kalian semua yang pernah baca atau yang suka mantengin blog gue hahaha. gue minta maaf kalau gue ada salah kata yang bikin kalian tersinggung selama ini tanpa gue sadari. Percayalah,gue sebenarnya gak ada maksud untuk itu :D dan sepanjang bulan ramadhan ini banyak sekali kisah kisah gue yang begitu unik, begitu rumit dan begitu begitu haha. Dan pada akhirnya sampai lah pada malam sebelum lebaran ini,lucu juga rasanya saat awal puasa ingin sekali cepat cepat merayakan lebaran dan ketika udah berada di malam akhir seperti ini gue jadi sedih karna bulan ramadhan telah selesai. Dan gue berharap semoga gue dapat merasakan kembali indahnya di bulan suci ramadhan ini lagi. Dan dimalam sebelum hari raya ini gue secara pribadi atas nama RIZKI FERDY ALFIAN megulang kesekian kalinya untuk meminta maaf sebesar besarnyaaaaaaaa kalau ada yang salah selama ini pada tulisan gue. oke mungkin itu aja yang mau gue sampaikan selebihnya nanti aja hahaha. Selamat hari raya Idul Fitri Kawan :)
Jumat, 10 Juli 2015
Mencapai tujuan yang sama dengan cara yang berbeda
Gak terasa semester depan gue udah semester 5, hari demi hari pun lebih sulit dari biasanya dikarenakan mata kuliah yang makin sulit. Tapi gue harus menikmati proses ini karena gue udah memilih jalan ini sendiri, susah,senang,pahit,manis bahkan asam pun mesti gue harus nikmatin demi cita-cita gue untuk masa depan yang lebih baik. Tidak terkecuali teman gue yang gak kuliah dan memilih untuk mencoba mencari kerja, kadang gue juga merasa iri dengan teman teman gue yang udah kerja saat ini. Mereka mencapai kesuksesan melalui jalur keberuntungan, gak seperti gue yang kuliah mesti sabar dari semester ke semester belum lagi untuk melihat IP semester yang naik turun,gue ngerasa hidup gue berat untuk dijalani. Tapi, ini jalur yang wajar,maksud wajar adalah hampir semua orang melewati proses ini untuk mencapai kesuksesan. Berbeda dengan mereka yang tidak kuliah tapi sudah bekerja, mereka tidak melewati proses yang gue jalanin sekarang. Melihat mereka sudah berpenghasilan dan bisa membahagiakan orang tua mereka masing masing sedangkan gue masih harus melewati proses perkuliahan ini bukan nya membahagiakan orang tua tapi malah terkesan menyusahkan orang tua. Gue ngerasa udah berusaha maksimal dalam masa perkuliahan yang berat ini dan gue berharap setelah proses panjang yang akan gue lewati ini, gue bisa berdiri sejajar di samping teman teman gue yang udah sukses. Bukankah ini iri yang wajar ketika kita melihat teman teman kita yang sudah sukses duluan ? mungkin kalian merasakan hal yang sama seperti gue,itu wajar kawan. Tapi gue ubah rasa iri itu menjadi motivasi buat gue sendiri,gue jadi terdorong punya keinginan kuat agar gue bisa sukses dan mengejar teman teman gue yang sudah sukses. So, iri gak harus negatif, sebaiknya sifat iri tadi di ubah menjadi motivasi buat diri kita sendiri alhasil menjadi nilai yang positif. mungkin ini aja yang mau gue tulis hari ini, see you bray !
Kamis, 04 Juni 2015
Babak akhir dari semester 4
Singkat memang terasa waktu berjalan ini, perasaan baru saja semester 1 waktu itu tidak terasa sekarang gue udah memasuki semester 4 akhir dan gue lagi ujian saat ini. Hidup makin hari makin berat yang gue rasakan terlalu banyak masalah yang datang dan gue mencoba menikmati hidup seakan akan tidak masalah yang gue rasakan. Semester depan sudah semester 5 bakal nambah beban lagi karena mata kuliah yang makin sulit dan belum lagi melihat nilai nilai setelah ujian nanti, kadang gue merasa lelah untuk menjalani ini bray. Gue butuh santai sejenak untuk melupakan masalah masalah yang tiada habis nya ini, memang sih jurusan teknik informatika ini jurusan yang gue pilih sendiri karena dari awal basic gue memang di komputer tapi gue gak senang matematika sejak SD hahaha gue benci banget hitungan, tapi setelah gue masuk kuliah ternyata tiap semester ada mata kuliah matematika dan hitungannya 4x lebih sulit daripada saat SMA dulu. Pernah sempat nyesal juga waktu itu kenapa gue ambil jurusan ini padahal gue paling benci yang namanya berhitung. Tapi demi orang tua yaaa gue jalanin aja enak dan gak enaknya kuliah ini, dan pada akhirnya hingga saat ini gue mulai terbiasa dengan hitungan meskipun otak gue harus bekerja lebih extra untuk memahami pelajaran yang sulit. Dan banyak hal yang gue temukan saat kuliah, gue menemukan orang orang yang sepemikiran dengan gue dan kadang memaksa gue untuk berkembang. tiap kali gue malas ngerjain tugas dan teman gue yang lain sudah selesai sebenarnya gue bisa saja nyontek punya teman tapi gue mikir kalau gue nggak ngerti ya sama aja ntar saat ujian gue tetap gak bisa jawab, nah disinilah gue salut sama teman gue mereka benar benar teman hebat, mereka memaksa gue untuk berpikir sendiri dan pada akhirnya gue ngerti ya meskipun gue paling lambat buat ngerti pelajaran yang sulit, tapi setidaknya gue udah tau apa maksud dari materi itu hehe. Dan gue harap di semester 4 ini nilai dan IPK gue meningkat walau hanya sedikit, gue ngerasa kalau gue udah berusaha maksimal untuk hal ini. oke dah sampai sini dulu bray ceritanya hehe see you on the next post :D
Rabu, 08 April 2015
Sudah saatnya kita skeptis !
Miris, mungkin itu satu kata yang tepat untuk saat ini. Bisa kita lihat berita belakangan ini, masih ada kelompok yang melakukan pembunuhan atas nama agama tertentu, adanya kebencian terhadap suatu ras tertentu. Kita ini sangat sensitif jika mendengar adanya keterkaitan agama ataupun ras tertentu pada hal -hal yang diberitakan oleh media, pola pikir seperti ini yang seharusnya kita rubah. Kita jangan menerima mentah-mentah apapun yang diberitakan media. Seperti berita yang baru baru saja terjadi, pemblokiran pada situs situs islam. Ini yang salah menurut gue, kenapa mesti mengaitkan agama tertentu disitu, orang-orang sangat sensitif jika mendengar salah satu agama atau pun ras yang menyangkut akan hal itu. Bisa dilihat seperti sekarang, yang agamanya dimaksud pasti akan merasa marah dengan tindakan pemblokiran situs tersebut. Walaupun sebenarnya mereka gak pernah tau apa isi yang diberitakan pada situs-situs yang di blokir tersebut tapi mereka akan marah. karena apa ? karena terkaitnya agama dalam masalah ini, orang-orang taunya itu situs islam dan itu di blokir. Di perparah oleh media yang cara penyampaian beritanya seperti ingin memprovokasi, dan untung nya gue selalu skeptis dengan berita yang ada televisi, gue gak pernah menelan mentah-mentah apa yang diberitakan oleh media-media itu. Gue pasti mencari kebenaran terlebih dahulu untuk memvalidasi berita tersebut. Cobalah untuk jadi orang yang cerdas, di era sekarang teknologi sudah semakin canggih. Cari berita pada sumber-sumber tepercaya jangan pada media-media yang di kuasai oleh partai politik atau kubu tertentu. Kebiasaan orang bego biasanya melihat berita televisi --> langsung percaya --> menghujat dan menghakimi. ini pola pikir yang salah, Kebiasaan menelan mentah-mentah apa yang di beritakan di media televisi, media seperti ingin memprovokasi kita untuk semakin hancur dan pecah. Mungkin sudah saatnya kita skeptis karena tidak ada lagi yang bisa di percaya untuk saat ini. Masih banyak kaum munafik yang berkuasa. Orang yang pura pura suci dan mengatasnamakan Tuhan. itulah kutipan dari Soe Hok Gie jelas sekali terjadi pada saat ini. Mari kita sebagai orang yang sadar, mengingatkan pada kerabat-kerabat kita dan semua orang agar tidak mudah untuk terprovokasi apa yang diberitakan media-media itu. Cari kebenaran berita tersebut jangan langsung menghujat dan memaki gak jelas di sosial media. itu dulu aja dah yang mau gue tulis, perlu di inget gue gak bermaksud menyinggung siapapun dan jika ada yang merasa tersinggung dengan tulisan gue, mohon di maafkan. oke see ya !
Minggu, 05 April 2015
Kritis tapi Apatis
Di era "kekinian" sekarang banyak sekali orang mengkritik melalui sosial media, seperti mengkritik kinerja dari pemerintah di era sekarang. Gue gak bilang kritik itu salah, kritik itu sangat baik dan wajib kita lakukan ketika ada sesuatu yang ganjil dengan negara kita ini. Tapi yang gue permasalahin disini bukan kritik nya tapi orang yang mengkritiknya, banyak sekali di timeline gue yang mengkritik pemerintahan kita sekarang itu dibuatin status panjang x lebar x tinggi tapi dari yang gue baca panjang-panjang segitu gue nggak ada lihat satu baris pun solusi, gue heran apa yang mengkritik ini udah berkontribusi banyak untuk negara ini ya ? perlu di ingat gue gak pernah menyalahi kritik atau memihak pada siapapun. Gue mahasiswa, sudah sepantesnya gue bersikap kritis, gue kritis tapi gue gak pernah menghujat,memaki ataupun mengutuk seseorang yang gue kritisi. Ingat kritik itu memiliki maksud baik, yaitu agar meminimalisir kesalahan yang akan dilakukan berulang kali untuk kedepan nya. Kadang gue merasa heran kenapa orang orang hanya bisa kritik gak bermutu lewat media sosial ? memang nya pemerintah kita tahu ? gak kan. Cobalah untuk menjadi manusia yang cerdas, cari solusi dari tiap tiap masalah yang ada, pemerintah gak akan bisa tanpa dukungan dari rakyat nya sendiri, lah ini aja rakyat nya gak peduli, apatis terhadap negara nya sendiri dan sibuk ngurusin yang bukan di bidang nya, sibuk ngomongin yang gak ada manfaatnya, dan sibuk mengutuk tanpa membuat perubahan. Jika suatu saat kita ditanya "Apa yang udah kita lakukan di negara ini ?" palingan kita hanya menjawab, "Saya hanya rakyat kecil,saya hanya bisa mengkritik". Alasan - alasan basi seperti itu yang terkadang buat gue muak bacanya. So, apa kalian termasuk kriteria di atas ? apa kalian udah menemukan solusi untuk masalah masalah yang ada sekarang ? kalau kalian mengatakan itu bukan urusan kalian, berarti kalian salah besar. Dan kalian hanya banyak bicara tapi saat ditanya solusi nya bagaimana kalian tidak bisa menjawab. itu berarti #kaliansibuksekali.
Cuma ini aja yang mau gue curhatin nih, gue gak bermaksud menyinggung siapapun, gue hanya mengkritik. Dimaksudkan agar kita menjadi lebih cerdas dalam mengkritik. oke, sampai jumpa di post selanjutnya guys :D
Selasa, 31 Maret 2015
Media, kini menjadi senjata menakutkan
Apa yang ada dipikiran anda setelah melihat judul dari post ini ? apa anda berpikir tentang senjata yang akan membunuh massal ? tidak tidak gue tidak akan bahas itu di postingan ini. yang gue maksud dari senjata menakutkan adalah, waktu itu kondisi negara kita cukup baik ya pada masa kepemimpinan Presiden RI ke-6. Dan pada saat akan berganti kepemimpinan, rakyat mengalami dilema yang hebat kenapa ? karena kita akan memilih
pemimpin yang baru karena masa kepemimpinan Presiden RI ke-6 telah usai. Saat itu hanya ada 2 calon presiden di negara ini. Rakyat bingung akan memilih siapa yang pantas akan menjadi pemimpin di Indonesia selanjutnya, dan dari sinilah rakyat Indonesia terpecah menjadi 2 kubu yang pertama kubu J dan satu lagi kubu P. Masing masing kubu menjagokan calon presiden nya, tidak tanggung tanggung bahkan terkadang kedua kubu saling mengejek,mencaci dan memaki hanya karena perbedaan pilihan. Inilah maksud gue kenapa media itu menjadi senjata menakutkan, karena media memiliki peran besar di saat perseturuan kedua kubu ini. Media televisi kini di bawah kendali partai politik, jadi mereka masing masing menayangkan sisi negatif dari kedua calon presiden tersebut. Sehingga apa yang terjadi ? tidak hanya perseturuan kedua kubu tapi rakyat juga terpecah belah, masing masing dari mereka mencari cari kesalahan untuk membela calon presiden mereka dan media yang seharusnya netral atau tidak memihak pada siapapun justru mengadu domba antar kedua kubu dan keadaan negara ini benar benar kacau saat itu. sebenarnya tidak ada yang perlu di permasalahkan, kita gunakan hak pilih kita untuk masa depan negara ini agar menjadi lebih baik. ya,namanya juga pilihan kita sebagai rakyat jelas bebas memilih siapa yang akan jadi pemimpin selanjutnya tidak perlu ada kubu kubu sebenarnya. Kita menaruh harapan pada pilihan kita agar bangsa ini menjadi lebih baik. Namun apa daya, harapan gue gak sesuai dengan kenyataan, mereka terlalu fanatik membela masing masing jagoan mereka sehingga lupa Sila ke-3 dari PANCASILA. Dan ketika pemilihan telah usai ternyata calon presiden J yang menang dalam pemilihan kali ini, dan mereka yang memilih kubu P masih tidak terima akan kekalahan nya, hingga saat ini Presiden J baru memimpin beberapa bulan dan sebenarnya gue sendiri belum bisa menilai apa Presiden J ini gagal dalam memimpin atau tidak. karena apa ? karena Presiden J masih dikatakan baru memimpin negara ini jadi belum bisa dipastikan gagal atau tidaknya. Namun yang sangat disayangkan kedua kubu tersebut masih ada meskipun pemilu telah usai, hingga saat ini Kubu J dan Kubu P masih saja membenarkan tindakan mereka. Kubu J membenarkan tindakan Presiden J dan kubu P masih tetap melakukan apa yang dilakukan saat pemilu, sehingga apapun tindakan Presiden J akan selalu salah dan tidak ada benarnya di Kubu P. begitu juga sebaliknya apapun tindakan yang dilakukan kubu P, kubu J akan menilai buruk apa yang telah dilakukan kubu P dan media sebagai perantara untuk memecah belah indonesia. Rakyat indonesia dibawah kendali media, rakyat indonesia telah di brainwash oleh media dan mereka tidak akan menyadari kalau masing masing dari mereka itu salah. Dan gue sangat beruntung sekali saat ini, kenapa ? karena gue sangat jarang sekali menonton televisi bahkan televisi dikamar gue udah gue donasikan ke nyokap. gue takut pikiran gue dirusak media-media yang kuasanya dibawah partai politik yang bertujuan untuk mencuci otak orang orang. gue nulis begini karena gue prihatin dengan kondisi negara gue sendiri. Apa kalian termasuk dari korban brainwash media juga ? gue harap setelah kalian membaca tulisan gue, kalian bisa sadar dan negara ini bisa kembali bersatu lagi mengingat sila ke -3 dari pancasila "PERSATUAN INDONESIA". Mungkin cuma ini aja dulu yang mau gue keluarin dari otak gue, see you guys !
Senin, 30 Maret 2015
Transisi Kehidupan
Halo gaes, baru sempet posting lagi nih hehe. oh iya sebelumnya gue ingin memberi tahu kalau gue mahasiswa STMIK Widya Dharma Pontianak Jurusan Teknik Informatika dan gue sekarang baru semester 4. Gue merasa kehidupan gue begitu cepat berlalu, rasanya waktu itu masih SMA tapi sekarang udah semester 4 aja. sebenarnya gue males pada saat transisi dari SMA ke kuliah. Kenapa ? karena gue kehilangan banyak temen SMA saat kuliah. dulu waktu SMA gue hampir tiap malem ngumpul bareng sama temen temen, waktu itu juga masih rame dan enak di ajakin ngumpul bareng. sampai saat itu tiba pembagian amplop kelulusan dan alhamdulillah sekolah gue lulus 100%. Dan setelah itu gue dan temen temen disibukkan untuk mencari perguruan tinggi, setelah kami di terima di perguruan tinggi masing masing temen temen gue sudah mulai susah untuk di ajak ngumpul bareng lagi. Padahal setelah pembagian amplop kelulusan kami bilang pada satu sama lain "Kita akan tetap ngumpul kaya gini walau kita sudah kuliah" dan ternyata baru gue sadari kalau itu kalimat omong kosong besar yang pernah gue dengar. Nyatanya hingga saat ini hanya sekitar 5 orang saja yang masih bisa di ajak ngumpul bareng, sisanya ntah pada kemana. Antara sibuk kuliah atau menyibukkan diri pada saat kuliah, kadang gue sedih aja lihat sahabat lama gue lebih akrab dengan teman barunya saat ini tapi ya mau bagaimana lagi gue juga gak bisa maksa. Tetapi gue juga bersyukur masih ada beberapa sahabat gue waktu SMA di sekeliling gue saat ini. Aneh juga waktu SD gue pengen cepet cepet SMP, dan pada saat gue udah SMP gue malah pingin cepet cepet SMA, dan waktu SMA pun gue merasakan hal yang sama gue juga pengen cepet cepet cepet kuliah. Dan disinilah penyesalan gue mulai, Harapan gak sesuai dengan kenyataan gue malah pengen balik lagi saat SMA, saat dimana kami masih bisa ketawa bareng, nakal bareng, dan kami sangat solid saat itu. tapi itu hanya masa lalu saja dan tak akan pernah gue rasakan kembali. mungkin cuma cerita ini aja yang mau gue bagi. oke, see you guys !
Sabtu, 28 Maret 2015
Bahan Bakar Minyak naik lagi
Halo nama gue Rizki, gue seorang mahasiswa. sebenarnya gue dulu juga pernah nge blog. karena waktu itu gue lagi males dan nggak ada waktu juga buat ngurusin blog akhirnya gue berhenti nge blog. langsung kembali ke topik aja, hari ini lagi heboh soal Bahan Bakar Minyak naik lagi. Seperti yang diberitakan di media-media bahwa bensin harganya akan menjadi Rp.7.300 dan Solar menjadi Rp.6900. Gue bingung siapa yang mesti disalahin, sebenarnya gue nggak masalah sih bensin naik jadi Rp.7.300. Selama harganya belum di atas Rp.10.000/liter nya,tetap aja gue belinya Rp.10.000 di eceran hahaha, ya namanya juga mahasiswa maklum lah. Setelah media media menyebarkan informasi kalau harga bahan bakar minyak akan naik, gue lihat di berbagai macam jejaring sosial banyak sekali orang yang mengkritisi kebijakan ini. Ya gue ngerti sih efek dari kenaikan BBM ini salah satunya adalah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan. Bahkan harga pulsa juga mengalami kenaikan(meskipun gue bingung apa hubungan nya BBM naik dengan harga pulsa naik juga) padahal transaksi nya virtual tapi, ya sudahlah biarkan para pedagang berkarya hahaha. Salahnya pemerintah adalah tidak mau mengembangkan bahan bakar alternatif yang ditemukan orang orang kreatif. kita masih bergantungan dengan yang namanya bensin. Seharusnya pemerintah memberikan respon kepada orang orang kreatif yang menemukan alternatif bahan bakar minyak tersebut. inilah yang gue herankan dari dulu, pola pikir kita ini bagaimana ? kenapa kita gak bertanya "Kenapa orang - orang hebat dari indonesia menetap di luar negeri ?" itu karena karya mereka gak di hargai di negara ini. Negara luar lebih menghargai dan mau mengembangkan hasil dari karya karya mereka. Seharusnya masalah ini bisa di atasi sejak dulu hanya saja pemerintah tidak memberikan respon pada karya karya anak bangsa. karya-karya tersebut hanya di pamerkan pada media televisi saja, setelah itu tidak dikembangkan. Negara ini gak akan maju kalau kita masih seperti ini, bagaimana mau maju sedangkan masalah internalnya masih banyak sekali. korupsi dimana mana, hukum sudah seperti tidak berlaku di negara ini. Dan para generasi muda seharusnya juga mencari solusi untuk masalah masalah ini. mahasiswa seharusnya lebih kreatif, mahasiswa juga harus kritis. Tapi ingat, kita jangan hanya bisa mengkritik saja, kalau kita mampu mengkritik kita juga harus mampu memberikan solusi. kebanyakan orang orang di jejaring sosial adalah menyalahkan pemerintah,mengkritik tanpa memberi solusi. ayolah,kita harus berpikir cerdas sekarang. Kalau hanya mengkritik semua orang pun bisa, yang hebat adalah kritis dan memberikan solusi !. sepertinya sampai sini dulu gue ngetik, pegel juga lama lama. mungkin faktor lama gak nge blog hahaha. gue juga minta maaf kalau tulisan gue gak rapi, gue gak bermaksud menyinggung siapapun. gue hanya mengeluarkan apa yang ada di pikiran gue. See you guys !
Langganan:
Komentar (Atom)





