Selasa, 31 Maret 2015

Media, kini menjadi senjata menakutkan

Apa yang ada dipikiran anda setelah melihat judul dari post ini ? apa anda berpikir tentang senjata yang akan membunuh massal ? tidak tidak gue tidak akan bahas itu di postingan ini. yang gue maksud dari senjata menakutkan adalah, waktu itu kondisi negara kita cukup baik ya pada masa kepemimpinan Presiden RI ke-6. Dan pada saat akan berganti kepemimpinan, rakyat mengalami dilema yang hebat kenapa ? karena kita akan memilih pemimpin yang baru karena masa kepemimpinan Presiden RI ke-6 telah usai. Saat itu hanya ada 2 calon presiden di negara ini. Rakyat bingung akan memilih siapa yang pantas akan menjadi pemimpin di Indonesia selanjutnya, dan dari sinilah rakyat Indonesia terpecah menjadi 2 kubu yang pertama kubu J dan satu lagi kubu P. Masing masing kubu menjagokan calon presiden nya, tidak tanggung tanggung bahkan terkadang kedua kubu saling mengejek,mencaci dan memaki hanya karena perbedaan pilihan. Inilah maksud gue kenapa media itu menjadi senjata menakutkan, karena media memiliki peran besar di saat perseturuan kedua kubu ini. Media televisi kini di bawah kendali partai politik, jadi mereka masing masing menayangkan sisi negatif dari kedua calon presiden tersebut. Sehingga apa yang terjadi ? tidak hanya perseturuan kedua kubu tapi rakyat juga terpecah belah, masing masing dari mereka mencari cari kesalahan untuk membela calon presiden mereka dan media yang seharusnya netral atau tidak memihak pada siapapun justru mengadu domba antar kedua kubu dan keadaan negara ini benar benar kacau saat itu. sebenarnya tidak ada yang perlu di permasalahkan, kita gunakan hak pilih kita untuk masa depan negara ini agar menjadi lebih baik. ya,namanya juga pilihan kita sebagai rakyat jelas bebas memilih siapa yang akan jadi pemimpin selanjutnya tidak perlu ada kubu kubu sebenarnya. Kita menaruh harapan pada pilihan kita agar bangsa ini menjadi lebih baik. Namun apa daya, harapan gue gak sesuai dengan kenyataan, mereka terlalu fanatik membela masing masing jagoan mereka sehingga lupa Sila ke-3 dari PANCASILA. Dan ketika pemilihan telah usai ternyata calon presiden J yang menang dalam pemilihan kali ini, dan mereka yang memilih kubu P masih tidak terima akan kekalahan nya, hingga saat ini Presiden J baru memimpin beberapa bulan dan sebenarnya gue sendiri belum bisa menilai apa Presiden J ini gagal dalam memimpin atau tidak. karena apa ? karena Presiden J masih dikatakan baru memimpin negara ini jadi belum bisa dipastikan gagal atau tidaknya. Namun yang sangat disayangkan kedua kubu tersebut masih ada meskipun pemilu telah usai, hingga saat ini Kubu J dan Kubu P masih saja membenarkan tindakan mereka. Kubu J membenarkan tindakan Presiden J dan kubu P masih tetap melakukan apa yang dilakukan saat pemilu, sehingga apapun tindakan Presiden J akan selalu salah dan tidak ada benarnya di Kubu P. begitu juga sebaliknya apapun tindakan yang dilakukan kubu P, kubu J akan menilai buruk apa yang telah dilakukan kubu P dan media sebagai perantara untuk memecah belah indonesia. Rakyat indonesia dibawah kendali media, rakyat indonesia telah di brainwash oleh media dan mereka tidak akan menyadari kalau masing masing dari mereka itu salah. Dan gue sangat beruntung sekali saat ini, kenapa ? karena gue sangat jarang sekali menonton televisi bahkan televisi dikamar gue udah gue donasikan ke nyokap. gue takut pikiran gue dirusak media-media yang kuasanya dibawah partai politik yang bertujuan untuk mencuci otak orang orang. gue nulis begini karena gue prihatin dengan kondisi negara gue sendiri. Apa kalian termasuk dari korban brainwash media juga ? gue harap setelah kalian membaca tulisan gue, kalian bisa sadar dan negara ini bisa kembali bersatu lagi mengingat sila ke -3 dari pancasila "PERSATUAN INDONESIA". Mungkin cuma ini aja dulu yang mau gue keluarin dari otak gue, see you guys !

Senin, 30 Maret 2015

Transisi Kehidupan

Halo gaes, baru sempet posting lagi nih hehe. oh iya sebelumnya gue ingin memberi tahu kalau gue mahasiswa STMIK Widya Dharma Pontianak Jurusan Teknik Informatika dan gue sekarang baru semester 4. Gue merasa kehidupan gue begitu cepat berlalu, rasanya waktu itu masih SMA tapi sekarang udah semester 4 aja. sebenarnya gue males pada saat transisi dari SMA ke kuliah. Kenapa ? karena gue kehilangan banyak temen SMA saat kuliah. dulu waktu SMA gue hampir tiap malem ngumpul bareng sama temen temen, waktu itu juga masih rame dan enak di ajakin ngumpul bareng. sampai saat itu tiba pembagian amplop kelulusan dan alhamdulillah sekolah gue lulus 100%. Dan setelah itu gue dan temen temen disibukkan untuk mencari perguruan tinggi, setelah kami di terima di perguruan tinggi masing masing temen temen gue sudah mulai susah untuk di ajak ngumpul bareng lagi. Padahal setelah pembagian amplop kelulusan kami bilang pada satu sama lain "Kita akan tetap ngumpul kaya gini walau kita sudah kuliah" dan ternyata baru gue sadari kalau itu kalimat omong kosong besar yang pernah gue dengar. Nyatanya hingga saat ini hanya sekitar 5 orang saja yang masih bisa di ajak ngumpul bareng, sisanya ntah pada kemana. Antara sibuk kuliah atau menyibukkan diri pada saat kuliah, kadang gue sedih aja lihat sahabat lama gue lebih akrab dengan teman barunya saat ini tapi ya mau bagaimana lagi gue juga gak bisa maksa. Tetapi gue juga bersyukur masih ada beberapa sahabat gue waktu SMA di sekeliling gue saat ini. Aneh juga waktu SD gue pengen cepet cepet SMP, dan pada saat gue udah SMP gue malah pingin cepet cepet SMA, dan waktu SMA pun gue merasakan hal yang sama gue juga pengen cepet cepet cepet kuliah. Dan disinilah penyesalan gue mulai, Harapan gak sesuai dengan kenyataan gue malah pengen balik lagi saat SMA, saat dimana kami masih bisa ketawa bareng, nakal bareng, dan kami sangat solid saat itu. tapi itu hanya masa lalu saja dan tak akan pernah gue rasakan kembali. mungkin cuma cerita ini aja yang mau gue bagi. oke, see you guys !

Sabtu, 28 Maret 2015

Bahan Bakar Minyak naik lagi

Halo nama gue Rizki, gue seorang mahasiswa. sebenarnya gue dulu juga pernah nge blog. karena waktu itu gue lagi males dan nggak ada waktu juga buat ngurusin blog akhirnya gue berhenti nge blog. langsung kembali ke topik aja, hari ini lagi heboh soal Bahan Bakar Minyak naik lagi. Seperti yang diberitakan di media-media bahwa bensin harganya akan menjadi Rp.7.300 dan Solar menjadi Rp.6900. Gue bingung siapa yang mesti disalahin, sebenarnya gue nggak masalah sih bensin naik jadi Rp.7.300. Selama harganya belum di atas Rp.10.000/liter nya,tetap aja gue belinya Rp.10.000 di eceran hahaha, ya namanya juga mahasiswa maklum lah. Setelah media media menyebarkan informasi kalau harga bahan bakar minyak akan naik, gue lihat di berbagai macam jejaring sosial banyak sekali orang yang mengkritisi kebijakan ini. Ya gue ngerti sih efek dari kenaikan BBM ini salah satunya adalah kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan. Bahkan harga pulsa juga mengalami kenaikan(meskipun gue bingung apa hubungan nya BBM naik dengan harga pulsa naik juga) padahal transaksi nya virtual tapi, ya sudahlah biarkan para pedagang berkarya hahaha. Salahnya pemerintah adalah tidak mau mengembangkan bahan bakar alternatif yang ditemukan orang orang kreatif. kita masih bergantungan dengan yang namanya bensin. Seharusnya pemerintah memberikan respon kepada orang orang kreatif yang menemukan alternatif bahan bakar minyak tersebut. inilah yang gue herankan dari dulu, pola pikir kita ini bagaimana ? kenapa kita gak bertanya "Kenapa orang - orang hebat dari indonesia menetap di luar negeri ?" itu karena karya mereka gak di hargai di negara ini. Negara luar lebih menghargai dan mau mengembangkan hasil dari karya karya mereka. Seharusnya masalah ini bisa di atasi sejak dulu hanya saja pemerintah tidak memberikan respon pada karya karya anak bangsa. karya-karya tersebut hanya di pamerkan pada media televisi saja, setelah itu tidak dikembangkan. Negara ini gak akan maju kalau kita masih seperti ini, bagaimana mau maju sedangkan masalah internalnya masih banyak sekali. korupsi dimana mana, hukum sudah seperti tidak berlaku di negara ini. Dan para generasi muda seharusnya juga mencari solusi untuk masalah masalah ini. mahasiswa seharusnya lebih kreatif, mahasiswa juga harus kritis. Tapi ingat, kita jangan hanya bisa mengkritik saja, kalau kita mampu mengkritik kita juga harus mampu memberikan solusi. kebanyakan orang orang di jejaring sosial adalah menyalahkan pemerintah,mengkritik tanpa memberi solusi. ayolah,kita harus berpikir cerdas sekarang. Kalau hanya mengkritik semua orang pun bisa, yang hebat adalah kritis dan memberikan solusi !. sepertinya sampai sini dulu gue ngetik, pegel juga lama lama. mungkin faktor lama gak nge blog hahaha. gue juga minta maaf kalau tulisan gue gak rapi, gue gak bermaksud menyinggung siapapun. gue hanya mengeluarkan apa yang ada di pikiran gue. See you guys !